RSS

The Kryptonite Crusher edition

Rabu, 27 Januari 2010

Pengennya sih, biar sinkron saya mau nulis tentang Kunjungan Industri alias KI 2010. Hmm,tapi berhubung acaranya baru dimulai besok pagi dan saya keburu pengen nulis :p jadilah akhirnya saya menulis tentang The Kryptonite Crusher secara baru aja kemaren kita2 pergi hedon bareng ngabisin duit gajian. Hahaa.

Let me remind you. The Kryptonite Crusher adalah nama tim kami waktu geMasTIK 2009 yang lalu. Sudah berlalu beberapa bulan memang, mungkin orang-orang sudah lupa. Mungkin semangat euforianya juga sudah pudar, mengingat kesibukan kami masing-masing pada beberapa bulan terakhir yang memang astaghfirullah.
Sudah basi rasanya kalau saya baru bercerita sekarang, tapi acara geje kita kemaren bikin saya pengen nulis tulisan ini untuk sekedar bernostalgia.



The Kryptonite Crusher terdiri dari 4 orang. Berdasarkan nama facebook kalau dilihat dari foto di atas, tim kami ini terdiri dari Hendri Wibowo, Aun Azmi, Adila Sepsi, dan saya sendiri Alina Hasna Rasyanti.
Yaah, dilihat dari personil-personilnya bisa dilihat kalau kami punya visi misi yang agak berbeda dari tim-tim yang bertanding di sana (mungkin). Bagi kami, tujuan kami ikut final geMasTIK adalah hedon gratisan di Bandung, menang adalah bonus. Ahahahaha. Dodol tenan. Yah, entah itu misi yang sebenarnya ataukah tidak, yang jelas kami tetap berusaha dengan keras kok waktu babak penyisihan. Walaupun kelolosan kami ke babak final tuh benar2 dengan terseok-seok, yang penting dalam pikiran kami waktu itu, "Bandung, we're coming!"

Aun Azmi - The Leader of the team
Jelaslah, kalau dia jadi leadernya secara mas Aun udah tua dan jadi yang dituakan :)). Ahahahahaha.
Awalnya saya merasa belum terlalu mengenal dekat sama yang namanya mas Aun ini, walaupun dulu dia kakak kelas saya waktu di Padmanaba. Alasannya simpel, ketika saya masuk SMA, mas Aun lagi AFS di Amrik sono. Pas dia udah balik Jogja, dia udah kelas XII, masa-masa ujian. Lagian gag ada juga urusannya dia kenal2 sama saya. Hehee. Baru deh waktu kuliah ini mulai kenal2 gitu dan saya kasih jempol ke mas Aun buat jadi caretaker kami bertiga selama di Bandung kemaren itu.
Saya senang mas Aun nggak ada jaim2nya sama sekali. Tukang boker yang selalu bawa sabun kemanapun dia pergi buat senjata mengantisipasi perut yang mulai bereaksi, tukang makan (liat aja perutnya buncit gitu :p), tukang belanja (sumpah, belanjaannya banyak banget sampe numpang nebar saham di koper orang), alay abis pula :)), but I think he is a good leader and our beloved caretaker :). A good presentator juga pastinya, kan kita juara 3. Wakakakakakakaaaa.

Hendri Wibowo - Ahli Fengshui
Dilihat dari atas, bawah, samping kanan, samping kiri, utara, selatan, kayaknya sih emang pantes kalau disebut ahli fengshui. Wajah juga sudah lumayan mencerminkan kok sama hal-hal yang berbau fengshui :D. Ya kan?
Hendri a.k.a Kokoh emang orang yang biasanya ngasi masukan ataupun ngambil keputusan terutama yang berbau gambling. Ahahahahaaa. Ya bukan gitu juga sih, tapi kita percaya aja ma feelingnya pas dia bilang "yes" atau "no" buat ngambil keputusan-keputusan selama simulasi lomba.
Dia adalah orang setelah mas Aun yang paling bersemangat buat lolos dan hedon bareng di Bandung. 'Segala cara' ditempuh coba. Wkwkwkwkwk. Good, good job :)
Dan saya harus berterimakasih sama Kokoh, terutama pas perjalanan pulang balik ke Jogja karena saya sudah 'menganiaya' dia dengan tujuan yang penting saya bisa tidur selama perjalanan. Hahaaa. Ngakaak.

Adila Sepsi - Ahli Hisab
Saluut, saluut buat mb dila yang jago ngitung dan ngerekap data. Yah, nggak heran lah kalo dia akhirnya jadi bendahara HMTI. Hehee.
Mb kurus tapi pipinya chubby ini doyan banget ma yang namanya diskonan. Nggak jauh beda sih ma aku, hehee. Apa aja kemaren yang berbau diskon pasti kita berempat masukin :D. Mb dila tuh roommate yang menyenangkan, walaupun tiap malem mungkin acara tidur saya agak terganggu gara2 dia mbojo telpon2an. ahuahuahuaaaa. No offense lho mba. Bercanda. (sajake pengen ditelpon :DD).
Mb dila bener2 aktivis di kampus deh. Siapa coba yang nggak tau dia. Udah anaknya Pak Janu dosen yang kalo kasih nilai baek banget, mana eksis pula di kegiatan2 kampus. Ckckckckck. Untung kamu berjiwa hedon juga mb, menghidupkan suasana belanja di The Kryptonite Crusher. Ayeee

Alina Hasna Rasyanti - Unexplainable :p
Saya masih cupu, angkatan 2008. Kalau dibilang penggembira,mungkin saya penggembira. Hahaaa. Saya masih belum tau letak strength saya di tim ini. Yah katanya sih, hanya katanya :p, pembuatan laporan saya cukup bagus, dan saya mungkin cukup berbakat untuk presentasi. Sebenernya kemaren pengen sih presentasi berdua sama mas Aun, tapi waktu nggamblehnya ternyata singkat banget, dan ruangannya OMG sempit kayak gitu. Saya pikir presentasi tuh bakalan di sebuah panggung yang dihadiri banyak orang. Ahahaha. Over expectation ya. Jadilah saya saat presentasi hanya menjelaskan soal ruby germ yang seusai lomba malah diketawain sama Kokoh. Katanya mukaku jadi aneh waktu ngejelasin itu. Hayaaaah. Nyebelin!

Anyway, I really thank to you all to make me as part of the team. Untung masuknya di tim yang kayak gini. Di mana saya bisa merasa nyaman mengeluarkan pendapat saya, walaupun saya tidak tahu apakah pendapat atau masukan yang saya berikan memberi hasil yang cukup signifikan. Mungkin kalau saya terdampar di tim lain, saya nggak akan merasa sesenang ini. Belanja bareng, ketawa sampe perutnya sakit, makan kekenyangan sampe akhirnya kebelet boker, nonton film paling sampah yang pernah aku tonton selama pergi ke bioskop, maen bowling bareng. . Well, thank you guys!
Semoga kita masih bisa jadi partner in crime lagi,,walaupun sepertinya formasinya bakalan berbeda untuk lomba-lomba selanjutnya. Hahaaa.

Emm, segini dulu deh cerita Kryptonite-nya. Saya mau mandi, saya mau ambil plakat, saya mau rapat, saya mau packing. Hedeh, ternyata masih banyak hal yang harus saya persiapkan untuk esok hari.
Agenda maen bareng TKC pun bakalan masih menanti. Tunggu momen selanjutnya :)
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

H-3

Senin, 25 januari 2010

Tiga hari lagi acara yang kami siapkan selama beberapa bulan terakhir ini tiba juga waktunya.
Saya deg-degan!
Jelas. Membawa rombongan besar sejumlah sekitar 80 orang ke luar negeri bukanlah suatu hal yang bisa dianggap enteng. Jumlah ini benar-benar di luar perkiraan kami sebagai panitia. Tadinya sih, cuma 20 orang aja yang ikut kita bakal tetep berangkat kok. Dan oh waw, kami surprise banget ternyata animo teman2 Industri bisa sebesar ini. Terima kasih ya semuanya udah mau menyukseskan acara kami. Setidaknya untuk langkah awal ini.

Saya takut!
Jelas. Jumlah yang banyak, risikonya juga bakalan lebih besar. Ini urusannya udah ama dunia internasional, bukan cuma ke Bali, bukan cuma ke Semarang. Banyak hal-hal yang benar-benar harus dipikirkan. Kayak urusan paspor, imigrasi, ketepatan waktu, apalagi ini bakalan di negeri orang yang kabarnya anti sama yang namanya jam karet.

Saya khawatir!
Jelas. Khawatir kalau-kalau ada hal yang miss dari pertimbangan kami sebelumnya. Khawatir kalau apa yang kami rencanakan tidak berjalan semulus yang kami mau.

Ahh, perasaan saya campur aduk. Selama proses persiapan KI ini lumayan banyak masalah yang terjadi. Pembatalan ini-itu, harga-harga yang berubah sehingga kami harus menekan budget seefisien mungkin, dan beberapa lagi masalah lain yang tidak bisa saya ceritakan satu-satu.
Tapi saya yakin dengan adanya masalah itu, kami akan belajar.
Pertemanan kami dalam departemen HAL pun jadi jauuuuuhhh lebih dekat daripada sebelumnya. And it is so fun. I do really like it.

Yah, yang jelas saya berharap semoga perjalanan kami tanggal 28-31 Januari 2010 ke Singapore-Malaysia besok bisa berjalan lancar tanpa masalah yang berarti. Amiiiinn.
Sukur-sukur di sana bisa ketemu sama mb Tatha ataupun Ian yang emang lagi student exchange di Singapore.

Just hoping for the best. . .
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sedih

Senin, 11 januari 2010

Beberapa hari belakangan ini entah mengapa saya benar-benar merasakan kesedihan yang sebegitunya. Nelangsa. Miris. Terpukul. Saya sama sekali nggak bermaksud untuk berlebihan dalam tulisan saya ini. Saya hanya ingin sedikit mengungkapkan apa yang saya rasakan. Sudah, itu saja. Saya nggak tahu lagi harus bagaimana. Saya sendiri nggak tau apa solusinya. Oke, kalau saya benar-benar ingin memikirkan solusi atas dasar logika, mungkin solusi itu memang ada. Tapi saya sudah nggak bisa berpikir jernih untuk saat ini. Mata saya basah. Otak saya mampet. Berkeluh kesah pada orang lain pun saya enggan. Sekalipun iya, saya tidak bisa menceritakan hal itu semuanya. Karena atas dasar privasi, karena atas dasar nama baik ataupun reputasi.

Dalam waktu yang sangat berdekatan, emosi saya benar-benar terasa jungkir balik. Seperti naik roller coaster. Seperti naik perahu ayun di wahana Dufan. Setidaknya ada 2 masalah yang tengah saya hadapi dalam seminggu terakhir ini. Masalah yang benar-benar mempermainkan mood dan emosi saya dengan sebegitu mudahnya. Hanya gara-gara itu semua, senyum ceria saya pada suatu hari bisa berubah jadi kemuraman yang bikin saya malas melakukan apa-apa pada hari yang lain. Layaknya orang yang lagi PMS, mood bisa berubah drastis tanpa sebab. Marah-marah, mengeluh di sana-sini. Memalukan.

Kamar saya berantakan. Kertas-kertas terserak sekenanya di lantai. Rasanya sulit sekali untuk memfokuskan diri belajar. Saya beralih ke laptop, blogging. Padahal ketika saya menuliskan hal ini saya nggak tahu sebenarnya mau menulis tentang apa, tanpa tujuan. Hanya bersugesti kalau menulis akan mengurangi beban kesedihan saya. Walaupun tidak bisa saya ungkapkan semua. Saya tidak cukup pede untuk menulisnya di sini. Saya bukan tipe orang yang dengan mudah sharing di tempat umum, yang notabene bisa diakses oleh banyak orang di mana pun dan kapanpun mereka mau.

Wahai temanku, sahabatku. Aku nggak bisa nge-judge,siapa yang salah dan siapa yang benar. Karena memang tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar di sini. Aku cuma bisa berharap kalau kita akan tetap selalu berteman baik seperti sebelum-sebelumnya, walaupun rasanya mungkin akan sangat berbeda. Memang akan butuh waktu lama untuk membiasakan diri, aku tau itu. Tapi kita semua survivor kan? Walaupun mungkin apa yang ada di dalam tidak setangguh kelihatannya. Jalan di depan masih panjang sayang, terlalu bodoh kalau hanya stuck untuk hal-hal ‘tidak penting’ semacam ini. Aku bingung mau ngomong apalagi. Yang jelas I LOVE us. Karena teman yang baik itu sangat sulit untuk dicari. Terima kasih atas semuanya. Maaf kalau saya hanya bisa jadi orang bodoh yang bisanya merepotkan saja. T______T
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

damn

Sabtu, 9 Januari 2010

Mungkin saya memang bodoh. Tidak bisa membedakan antara khayalan dan realita.
Mungkin saya naif, tidak bisa mengungkapkan dengan gamblang apa yang sebenarnya saya maksudkan.
Saya lemah. Saya munafik. Saya hanya bisa pasrah.
~~~

Tapi ternyata masih banyak orang-orang tersayang yang saya kenal mempunyai masalah lebih complicated dari saya. Lebih membuat hati ini miris. Lebih membuat batin ini sedih. Mulut ini rasanya ingin menghujat saja. Tangan ini rasanya ingin ikut memukul. Kenapa harus kita? Kenapa bukan mereka?

Setidaknya ini membuat pandangan hidup dan pengalaman orang-orang itu menjadi selevel di atas yang lain. Pernah merasakan pahitnya ini, pernah mengalami pedihnya itu. Karakter setiap orang tidaklah pernah sama. Apa yang menjadi kebiasaan memang sulit sekali untuk diubah. Tapi tenanglah temanku sayang, ikuti kata hatimu saja. Karena kamu pantas dan berhak mendapatkan apa yang terbaik.
:)
Jangan linangkan air matamu sia-sia buat seseorang atau sesuatu yang emang sama sekali nggak pantes buat ngedapetin itu.
Kita harus berani, sayang. Untuk melawan ketidakadilan.
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Take Me Out

So if you're lonely
You know I'm here waiting for you
I'm just a cross-hair
I'm just a shot away from you
And if you leave here
You leave me broken
shattered, I lie
I'm just a cross-hair
I'm just a shot,then we can die
I know I won't be leaving here
With you

I say don't you know
You say you don't know
I say... take me out

I say you don't show
Don't move, time is slow
I say... take me out

I say you don't know
You say you don't know
I say... take me out

If I move, this could die
If eyes move this can die
I want you... to take me out

I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
With you

I say, don't you know
You say you don't know
I say... take me out

If I wait this could die
If I wane this could die
I want you to take me out

If I move, this could die
If eyes move this can die
Come on... Take me out

I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
(With you)
I know I won't be leaving here
With you

by Franz Ferdinand

4 Januari 2010
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I LOVE my family sooooo much

Sabtu, 26 Desember 2009

Saya berasal dari keluarga yang biasa saja, dengan bapak, ibu, ujik, upik yang selalu menemani hari-hari saya selama ini.
Saya berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang biasa pula, tapi alhamdulillah orang tua saya masih sanggup membiayai ketiga orang anaknya untuk sekolah selama ini.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang kami miliki, alhamdulillah kami BAHAGIA.

Tadi malam setelah acara makan-makan bareng sekeluarga di suatu tempat, yang saya rasa hal itu sudah jarang sekali terjadi mengingat kesibukan kami yang sulit sekali dipertemukan waktu luangnya, saya mendadak teringat dengan ucapan salah seorang teman lama.
Tanggal 10 Desember yang lalu tepat di hari ulang tahun saya, teman saya ini mengirimkan saya sebuah offline message.
Selain memberikan ucapan selamat ulang tahun tentunya, dia sedikit bercerita tentang keluarganya dan betapa inginnya dia memiliki keluarga seperti yang saya miliki.
Dia merasa keluarga yang dia miliki bukanlah keluarga tipe yang diinginkan kebanyakan orang. Saling tidak akur satu dengan yang lainnya. Bercerita tentang masa kecilpun, dia merasa masa kecilnya sama sekali tidak bahagia.
Dan dia menekankan pada saya untuk terus bersyukur terhadap apa yang telah saya dapatkan selama ini. Karena itu semua adalah anugerah yang tak ternilai harganya.

Saya jadi sedikit merenung. Betapa saya selama ini sangat tidak bersyukur. Apa yang telah saya lakukan selama ini bagi keluarga saya? Membantu orang tua saja terkadang masih malas-malasan. Masih mengeluh di sana-sini. Padahal kalau dilihat-lihat, kerjaan orang tua saya setiap harinya jauh lebih berat daripada saya. Ibuk misalnya. Rela bangun pagi-pagi, ngebangunin anaknya buat sholat Shubuh, masih masak, masih cuci baju, selalu terburu-buru kalau mau berangkat ke kantor. Sampai-sampai ke kantor hanya bermake-up amat seadanya karena saking mepetnya waktu buat dandan.
Dan saya? Cuma nyapu atau cuci baju sendiri aja terkadang masih malas-malasan. Haduuuh, mau jadi apa saya ini.
Bapak sering bilang, untuk jadi seorang yang sukses, pinter aja nggak cukup. Harus rajin bantu orang tua, rajin ibadah. Mau jadi apa kalo cuma ngandelin pinter doank?!

Hmm, mungkin di satu sisi orang tua saya termasuk yg agak konservatif juga. Tapi semua itu saya yakin demi kebaikan anak-anaknya. Toh, saya seneng orang tua saya termasuk orang tua yang sebisa mungkin ngadain acara keluarga bareng entah gimanapun sibuknya kita. Kayak makan bareng, ke bioskop bareng, pokoknya pergi2 bareng lah. Walaupun kadang-kadang acara yang mereka usulin bikin alis saya ngangkat sebelah. Helooo, aku udah gede yaaa,males banget ikutannya. Tapi saya tau, kalau hal itu adalah salah satu bentuk usaha orang tua saya untuk menunjukkan betapa sayangnya mereka ama kita.
Huaaaahhh,pokoknya I LOVE my family so much!

Seringkali kita tidak menyadari hal-hal semacam itu, kalau belum diingatkan dengan sesuatu hal yang terlihat nyata. Kita atau saya misalnya, terbiasa hidup nyaman dengan teman-teman yang istilahnya hidupnya setipe dengan kita. Dari keluarga baik-baik, ekonomi berkecukupan, pengen apa-apa tinggal minta nggak perlu susah-susah, intinya sangat berada di "zona aman".
Padahal kalau mau menengok keluar, banyak sekali hal-hal yang wajib kita syukuri atas apa yang kita punyai sekarang ini. Banyak hal tak terbayangkan yang terjadi di luar sana yang mungkin bikin kita nyeletuk "Kok bisa gitu sih??"
So, bersyukurlah atas yang kamu dapat sekarang ini. Bersyukur, dan sayangilah keluargamu lebih dari apa pun.
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KPU. . oh. .KPU




KPU oh KPU.
Ini yang bikin waktu maen saya tersita akhir-akhir ini.
Setidaknya sampai pertengahan Desember nanti.

Ini yang bikin fokus perhatian saya buat Kunjungan Industri jadi kebagi dua. Tapi alhamdulillah saya masih bisa handle sampai sejauh ini.

Dibandingin dengan acara di jurusan, acara di BEM semacam ini kayaknya emang deadline waktunya lebih mepet dan ketat. Kalo nggak tepat waktu ngerjainnya, bisa terseok-seok buat hari ke depan.

Hmm, tapi tetep semangadlah. Ikhlas, karena semua pasti ada hikmahnya :). Kalau mau mencoba buat flashback, mungkin pernah sih terbersit keinginan untuk resign, tapi emang kayak gitu ya caranya buat nyelesein masalah?? Ngelepas tanggung jawab gitu aja.
Kalau mau mikir soal kesibukan, pasti yang laen semuanya juga sibuk. Semuanya juga kuliah, malah ada yang praktikum segala. Jadi tetaplah jalani semua ini dengan hati senang. Chayoo, Alina! yeay..

Teman-teman jangan lupa ya sukseskan acara Pemilu Teknik 2009 tahun ini.
Satukan suara untuk Teknik yang Lebih Baik!
Vote. Vote. Vote.
Gunakan hak pilih kalian pada tanggal 15-17 Desember 2009 nanti dengan sebaik-baiknya.
Teknik Jaya!!!

***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS