RSS

Maling yang Sering Beroperasi di JTMI Akhirnya Tertangkap

Siang itu, Jumat 6 November 2009 terjadi sebuah peristiwa yang semoga bisa dijadikan suatu pelajaran bagi maling-maling di luar sana yang senang beroperasi terutama di kawasan UGM dan sekitarnya. Semoga mereka menyadari bahwa tindakan mereka itu salah dan amat sangat merugikan orang lain.

Ceritanya Jumat siang itu saya ada rapat Teknosim tepat pukul 1 siang, akan tetapi sekitar pukul 12.45 saya sudah balik ke kampus untuk menemani teman saya, Fina, menyelesaikan urusan lain yang memang harus cepat dibereskan. Sesampainya di parkiran JTMI, saya melihat Panji Areta a.k.a Cemeleng dan Marcel sedang mengobrol serius dengan pak Subardi penjaga parkiran yang memang biasanya dapat shift jaga hari Jumat. Tidak seperti biasanya, Cemeleng yang sehari-harinya kalo ngomong cengengesan, kali itu ngobrol dengan wajah sangat serius dan penuh emosi. Berhubung saya merasa masih ada waktu lama sebelum rapat, saya pun ikutan nimbrung ngobrol di cakruk.

Ternyata oh ternyata, Cemeleng emang lagi marah besar gara-gara maling yang hobi ngambilin helm mahasiswa JTMI lolos dari sergapan. Jadi siang itu, Nezar dan Cemeleng memang sengaja mancing si Maling biar keluar dari 'persembunyiannya'. Mereka dan teman-teman cakruk yang lain kayaknya emang udah standby buat ngasih pelajaran ke maling spesialis parkiran kampus ini. Dan ternyata memang ada orang mondar-mandir mencurigakan ngincer helm gress bau toko yang sengaja dipersiapkan sebagai umpan. Lah tapinya, kita kan nggak bisa nangkep orang tanpa bukti yang konkret kan. Singkat cerita, si Maling biadab itu nyadar kalo di parkiran ada penjaganya. Ditambah lagi kebodohan teman saya Yayan yang kayaknya kurang sigap ama situasi (hahaha,,peace Yan :p), jadinya si Maling ini bisa lolos. Hmm, terang saja Cemeleng marah besar, soalnya seminggu sebelumnya dia baru aja kehilangan helm buat yang kedua kalinya. Jadi dia nggak rela lahir batin kalo si Maling ini bisa lolos tanpa dikasih pelajaran. Sialnya lagi, gagal ngambil helm eeehhh tapi si Maling berhasil nggondol sepeda yang diparkir deket Teknik Elektro. Wah, emang bener" deh. Tega bangeeett tu maling 2 biji. Bikin emosi orang-orang yang ngedenger ceritanya. Habisnya udah banyak banget korban yang dibikin dendam kesumat sama mereka. Rata-rata juga memang kehilangan pas lagi jam" Jumatan gitu. Parah parah.

Katanya sih, pas motor malingnya mau dikejar, motornya nggak pake plat nomor juga. Terakhir kali saya ngikutin cerita ini, Nezar baru dikasih kabar kalo anak2 udah berhasil ngikutin ni maling motor sampai ke burjo. Tapi saya nggak tau burjo di kawasan mana. Berhubung Nezar juga udah mau cabut, saya pun bergegas sholat untuk selanjutnya mengikuti rapat. Sambil berharap dalam hati kalau selepas rapat saya bisa dapat kabar gembira dan cerita seru pengejaran maling itu :D

Kelar rapat Teknosim sebenernya saya masih pengen ngobrol-ngobrol di cakruk buat ngikutin kelanjutan cerita itu lagi. Lagian juga ada anak Mesin angkatan atas semacam mbah Hasan dan temannya yang lagi ngobrol seru ngebahas si Maling ini. Sialnya sore itu saya dapat mandat dari Otem buat jadi perwakilan HMTI menghadiri rapat KPU di bem. Yasudah, kelanjutan ceritanya terpaksa harus ditunda untuk menjalankan amanah itu dulu.

Sayang seribu sayang, saya belum mendapatkan gambaran detail kelanjutan kisah itu. Yang saya dengar setelah pengejaran siang harinya, si Maling berhasil ditangkap di burjo kawasan Pogung dan akhirnya dengan berama-ramai digiring ke Paksima untuk diberi beberapa pelajaran. Yah, Anda sebagai pembaca pasti bisa menebak pelajaran apa yang diberikan kepada maling tersebut. Bukan petuah macam dosen kepada mahasiswanya, tapi sumpah serapah dan pukulan serta tonjokan di sana-sini sebagai hadiah :D
Bukan cuma anak2 yang mukulin katanya, tapi cleaning service dan penjaga parkiran juga turut ambil bagian. Wawwww, saya betul2 dibuat penasaran mendengarnya. Pasti kejadiannya sangat seru dan sayang untuk dilewatkan, terutama bagi orang-orang yang pernah jadi korban kebusukan maling itu. Orang-orang yang marah atas perbuatan mereka.
Menurut saksi mata yang bisa dipercaya, anak-anak berhasil membuat beberapa lebam di wajah si Maling. Memang tidak berdarah-darah tapi mereka berhasil menorehkan lebam biru2 gambaran kekesalan mereka selama ini dengan suksesnya. Menurut kabar lain, si Maling ini juga sudah digiring ke kantor polisi agar kasusnya bisa diusut tuntas.

Oke, sepertinya sekian breaking news untuk kali ini. Sampai jumpa di breaking news selanjutnya dengan berita yang lebih lengkap dan akurat.
Ingat. Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat dari pelakunya, tapi juga adanya kesempatan.
Waspadalah, waspadalah!
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yellow Box, efektifkah?

27 Oktober 2009

Masa-masa UTS gini, blog jadi sepi ya. Pada males buat nulis. Saya juga males sih sebenernya, tapi nggak tau kenapa saya pengen nulisin ini. Sekedar unek-unek, tapi semoga aja bisa bermanfaat.

Kemarin, ada teman saya angkatan 2007 yang bilang kalau mz Ahenk masuk Panti Rapih. Waw, masuk rumah sakit di saat lagi heboh-hebohnya UTS kayak gini. Sayang banget ya. Yang langsung terbayang dalam pikiran saya saat itu adalah, jangan-jangan mz Ahenk ambruk gara2 kecapekan praktikum dan bikin laporan yang seabrek banyaknya itu. Dan ternyata dugaan saya itu sama sekali tidak meleset. Kejamnya tugas-tugas yang harus dibebankan pada mahasiswa semester 5 di Teknik Industri ini benar-benar WOW parahnya. Bukan cuma mz Ahenk aja yang udah tumbang. Sebenarnya banyak juga korban lain yang 'berjatuhan',tapi sepertinya mz Ahenk ini yang paling parah.

Malamnya, saya sempat membaca salah satu notes anak 2007 di facebook yang isinya sekilas membahas nasib malang yang menimpa mz Ahenk ini. Comment2 yang tertera di bawahnya selain menunjukkan rasa simpati kepada mz Ahenk selaku korban, juga sedikit banyak membahas betapa
tidak efisiennya cara2 yang ditempuh jurusan untuk mendidik mereka agar menjadi graduate yang siap bersaing di pasar. Oke, mungkin mereka dibuat se-underpressure itu untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian hidup yang sebenarnya kelak, di dunia kerja tentunya. Tapi bila ujung-ujungnya malah terjadi hal seperti ini, lantas bagaimana?




Well, saya tidak ingin membahas ini lebih jauh. Nanti bisa2 malah keterusan ngomongin masalahnya anak 07 yang emang kayaknya udah muak dengan segala laporan-laporannya. Yang menjadi pikiran saya adalah, ada beberapa komen yang isinya semacam mengatakan, "Gimana kalo kita tulis masalah ini terus kita masukin ke Yellow Box HMTI yang ada di samping mading itu lho. Siapa tahu bisa dibawa dan dibicarakan ke pihak jurusan."

Jedierr. Yellow Box? Hmm,,itu kan wewenangnya HAL, departemen saya. Dan dengan malu, jujur saya mengatakan saya nggak tau siapa di departemen saya yang bertanggung jawab buat ngurusin segala saran dan keluh kesah yang masuk ke dalam kotak kuning itu. Apakah kadept? wakadept? kadiv internal? atau emang udah ada PJ-nya sendiri? Duuuhhh. Padahal Yellow Box juga udah ngeksis di FB maupun twitter juga. Setidaknya dari komen dan omongan via dunia maya kayak gini juga udah termasuk masukan yang perlu dipertimbangkan kan? Dan semua masukan itu kalau sesuai prosedur yang benar sih emang harus disampein ke pihak jurusan untuk diberi tindak lanjut gimana cara penyelesaiannya. At least, kalo untuk urusan praktikum yang menumpuk dalam satu semester misalnya, mungkin tahun-tahun depan bisa dibuat suatu kebijakan di mana praktikum2 yang ada tidak cuma terpusat pada satu semester aja, tapi bisa lebih terdistribusi sehingga beban mahasiswa tidak sebanyak tahun2 sekarang ini.

Saya nggak pengen cuma berdiam diri. Nggak speak up. Nggak bertindak. Sementara ternyata departemen saya punya kewajiban semacam itu. Hmm, dan menurut pengamatan saya sampai saat ini, sudah beberapa saran yang masuk tapi belum ada tindakan yang terlihat nyata. Entah menguap ke mana. Bisa jadi sih, memang karena pesan yang mungkin tidak tersampaikan ke pihak-pihak terkait. -___-
Ahh, tapi nggak tau juga deh. Yang jelas, mulai saat ini saya bertekad, halah, kalau ada saran2 penting yang saya tau tapi mereka nggak tau, bakal saya coba omongin di forum! Yeahh. Semangat untuk kebenaran. . .*opo toh.
Saya nulis ini juga nggak ada maksud apa2, cuma menyayangkan fungsi yellow box yang sepertinya tidak terurus dan belum berjalan maksimal. Atau mungkin sebenernya in process, tapi sayanya aja yang kurang peka sama keadaan sekitar? Bisa jadi juga sih.

Entahlah untuk Yellow Box. Dalam pikiran saya,kerjaan HAL saya sekarang isinya cuma Kunjungan Industri 2010. Bener2 big project deh kalo yang ini. Hanya bisa berdoa semoga acara ini bisa terlaksana dan dapat berjalan lancar sesuai harapan. Amin.

And last,
untuk mz Ahenk, cepet sembuh ya! Amiin.
untuk Kunjungan Industri 2010,,semoga sukses!!!
untuk yang bersedia baca, maaf, jika ternyata kalimat-kalimat saya dalam postingan ini tidak berkorelasi satu sama lain. Hahaha

:D
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

So Sick

Gotta change my answering machine
Now that I'm alone
Cause right now it says that we
Can't come to the phone
And I know it makes no sense
Cause you walked out the door
But it's the only way I hear your voice anymore
(it's ridiculous)
It's been months
And for some reason I just
(can't get over us)
And I'm stronger than this
(enough is enough)
No more walking round
With my head down
I'm so over being blue
Crying over you

And I'm so sick of love songs
So tired of tears
So done with wishing you were still here
Said I'm so sick of love songs so sad and slow
So why can't I turn off the radio?

Gotta fix that calendar I have
That's marked July 15th
Because since there's no more you
There's no more anniversary
I'm so fed up with my thoughts of you
And your memory
And how every song reminds me
Of what used to be

That's the reason I'm so sick of love songs
So tired of tears
So done with wishing you were still here
Said I'm so sick of love songs so sad and slow
So why can't I turn off the radio?

(Leave me alone)
Leave me alone
(Stupid love songs)
Don't make me think about her smile
Or having my first child
I'm letting go
Turning off the radio

Cause I'm so sick of love songs
So tired of tears
So done with wishing she was still here
Said I'm so sick of love songs so sad and slow
So why can't I turn off the radio?
(why can't I turn off the radio?)

Said I'm so sick of love songs
So tired of tears
So done with wishing she was still here
Said I'm so sick of love songs so sad and slow
So why can't I turn off the radio?
(why can't I turn off the radio?)

And I'm so sick of love songs
So tired of tears
So done with wishin' you were still here
Said I'm so sick of love songs so sad and slow
Why can't I turn off the radio?
(why can't I turn off the radio?)
Why can't I turn off the radio?
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

apakah saya cukup berbakat?

16 Oktober 2009

Hmm, ini bukan pemikiran yang sempat terlintas cuma sekali dua kali di otak saya. Bukan pula karena saya saat ini sedang mengalami yang namanya krisis percaya diri. Saya cuma lagi 'mengoreksi ulang' diri saya sih. Ahahahaa, bukan karena apa2. Cuma pengen sekedar tahu sejauh mana strength and weakness yang saya punya =_____= (ngeles abis).

Banyak dari teman-teman saya entah itu teman masa kecil, atau teman SD, atau SMP, atau SMA, atau kuliah yang sudah mulai membuka usaha dan merintis karir masing-masing. Ada yang pegang kamera, menulis buku, buka usaha wiraswasta kecil-kecilan, jadi tentor, model, buka distro atau butik, outdoor printing, blablabla. Macam-macam. Dan semua itu benar-benar mereka lakukan dari awal, bukan cuma karena bapaknya punya usaha apa terus anaknya cuma ngikut aja. Tidak menampik kalau modal yang mereka gunakan bukan murni dari mereka sendiri sih. Ada yang joinan sama temen, atau sedikit suplai dari orangtuanya. Tapi yang jelas, beberapa teman saya yang merintis karir itu benar-benar memulai usaha mereka dari titik nol.

Saya berpikir. Waw, bangga juga punya temen hebat2 kayak gitu. Jiwa isengnya sangat membuahkan hasil :D. Yang membuat saya interested bukanlah usaha apa yang mereka kerjakan, dapet duitnya berapa, posisinya apa. Tapi gimana cara awal mereka buat memutuskan aku pengen jadi ini, aku pengen usaha itu. Hmm.

Sekarang saya mencoba melirik diri saya sendiri. Sebenernya selama ini saya udah ngapain aja sih? Doing nothing. Oke, mungkin nggak sepenuhnya nothing. Tapi sampai detik ini saya masih belum bisa memutuskan kira2 dengan kemampuan atau bakat yang saya punya saya bisa ngapain yaaa. .

Pernah sih, saya nyoba jadi tentor privat gitu. Satu semester. Penghasilan cukup lumayan, bisa lah kalo cuma buat makan atau dolan :p. Tapi, tapi saya bosan. Nah, ini dia masalahnya. Saya mudah bosan terhadap sesuatu. Bukannya saya tidak tekun atau terlalu pilih2 job. Tapi entah kenapa ada sesuatu yang nggak klik dengan saya waktu itu. Atau karena ingin tantangan baru? I don't know. Jadi ketika semester berikutnya ada tawaran buat ngelesin lagi, saya memilih untuk tidak menerimanya dengan berbagai alasan. Hff. Semoga ini bukan keputusan bodoh yang dikategorikan menolak rezeki. Huhuuu. . . Bukankah dalam memilih job kita harus melakukannya dengan hati senang dan enjoy sehingga apa pun yang kita kerjakan hasilnya bisa maksimal. Ya kan? kan? kan?
Hmm, tapi nggak sepenuhnya saya meninggalkan dunia akademis sih. Alhamdulillah job selanjutnya ada tawaran jadi asdos :p. Tinggal melihat gimana besok hasilnya. Kalo dipikir-pikir, sebenarnya gaji asdos sama gaji tentor tu lebih gedean kalo jadi tentor. Hahaa,buka-bukaan aja nih yaa. Tapi saya melihat ada challenge yang lebih besar yang saya dapatkan pada job yang sekarang ini. Well,lets see. Semoga saya bisa bertahan sampai ke depannya. Hehee.

Trus apa lagi yaa? Oh ya, sebenarnya saya cukup suka menyanyi -walaupun level penyanyi kamar mandi- ahahahahah. Sama sekali belum pernah tampil yang secara profesional. Paling2 juga nyanyi buat acara PTTA yang perwakilan kelas atau sedikit acaranya JTMI semacam penutupan POR atau acara HMTI. Atau acara 17-an di kampung. Hhrrr. Apa sih yang bisa dibanggakan dari ini. Suara juga pas2an aja. Dan sepertinya memang nggak bisa dibawa ke jenjang selanjutnya. Hanya buat have fun dan berakhir di Happy Puppy. ahahahah :D.
Hmm, kata guru saya jaman dulu, saya punya kemampuan semacam pidato atau public speaking yang lumayan. Naahh, tapi saya orangnya tu masih suka yang malu atau minder gitu dehh. Ehehehe. Merasa kalau orang lain bisa melakukannya lebih baik daripada saya. Jadi kalau ada yang lebih baik kenapa harus saya? Hzz. Pikiran bodoh.
Sekarang udah jamannya jadi mahasiswa. Sekarang jaman2nya orang lebih agresif terutama untuk mengejar karir atau meraih segala kesempatan. Agresif dalam artian yang positif lho yaa.
Kalau masih jadi anak yang pemalu, gimana bisa maju??
Itu teorinya. Saya menyadari hal itu, tapi terkadang sulit juga untuk melaksanakannya.
Hhh, tapi saya lagi berusaha kok. Maruk untuk hal yang positif. :p
Apa kata orang itu mah biarin aja. Cercaan kan bagian dari pembelajaran juga. Asal kita tidak menutup diri dari saran orang lain. Betul?

Kalau untuk masalah berwirausaha, saya sempat beberapa kali mendengarkan diskusi mengenai kewirausahaan atau semacam itu. Ikut seminar juga udah pernah. Tapi kenapa saya sama sekali belum tergerak untuk mencoba. Padahal kalo dari temen2 sendiri sih udah banyak yang mulai merintisnya. Hmm, apakah hal kayak gitu masuk kategori panggilan jiwa? Wkwkwk. Jadi kalo belum terpanggil ya gimanapun juga susah buat merintis. Semoga tidaaak. Saya ingin sekali punya suatu usaha yang tumbuh dari nol dari hasil keringat saya sendiri.
Amin. Doakan saja semoga terwujud suatu saat nanti.

Well, udah panjang juga ya saya curcol2 nggak jelas gini. Sampai sekarang saya masih belum ngerti di mana letak strength saya yang paling besar. Ini bukan masalah mengejar pemasukan lho. Ini masalah mengenali potensi diri.
Aaaahhh, teman siapapun jugaaaa. Beri saya saran!
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kalimat syahadat itu mengalun begitu merdu

3 Oktober 2009

Tulisan ini saya dedikasikan untuk teman seperjuangan kami selama mengenyam masa-masa SMA dulu. . .

2 Oktober 2009, menjadi salah satu hari bersejarah bagi kami. Bukan karena alasan bahwa tanggal 2 Oktober adalah hari batik, tapi karena hari ini kami menyaksikan peristiwa langka yang mungkin hanya akan terjadi sekali dalam hidup kami.

Salut, bahagia, dan terharu. Saya tidak punya cukup kosakata untuk menggambarkan perasaan saya saat itu. Subhanallah. Alhamdulillah.
Saya bangga punya teman seperti kamu. Sumpah, nggak bohong.
Usia kita sama bahkan aku lebih tua sedikit, kita pernah satu kelas, kita pernah maen bareng. Tapi kamu lebih hebat.
Saya melihat perjuanganmu jauh lebih besar dari 'perjuangan' yang pernah saya lakukan dalam seumur hidup saya. Dalam kurun waktu yang sama, lebih banyak rintangan yang pernah kamu jalani dibanding saya atau sebagian besar teman-teman yang lain. Dan keputusan yang kamu ambil hari Jumat kemarin ini, benar-benar membuat saya merasa surprise sekaligus terharu.

Keputusan untuk menjadi seorang muallaf bukanlah suatu hal yang bisa dianggap mudah. Akan banyak crash dan pertentangan yang terjadi. Baik itu dari pihak keluarga, teman, ataupun kerabat. Dan saya salut saat di hadapan Pak Kyai dengan mantap kamu berkata bahwa keputusan besar dalam hidupmu ini benar-benar dilakukan atas kesadaranmu sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun.
Saya memejamkan mata mendengarnya dan hanya mampu mengucap amin dengan lirih. . .
Selanjutnya, dengan jelas saya mendengarmu mengucapkan kedua kalimat syahadat itu. Kata demi kata. Disaksikan oleh kami semua yang hadir di situ.
Hening.
Di luar hujan rintik-rintik, semoga alam pun ikut bersaksi melihat peristiwa ini.

Sekedar cerita, sekedar flashback.
Sebenarnya di keluarga saya sendiri, terutama dari pihak ibu saya, keluarganya juga nggak semuanya muslim kok. Eyang saya ada beberapa yang Katolik. Bukan eyang secara turunan langsung, jadi semacam adiknya eyang saya, atau anak-anaknya. Bahkan karena ada yang keluarga campuran, di ruang tamu rumahnya tu ada pajangan gambar Ka'bah, di lemari sampingnya ada pajangan patung bunda Maria. Tapi alhamdulillah sih kita semua nggak pernah mengalami masalah apa pun menyangkut keyakinan agama ini. ^^
Oya, ketika eyang saya ada yang memutuskan untuk menjadi mualaf beberapa tahun yang lalu, saya tidak menyaksikannya secara langsung. Jadi pengalaman teman saya ini benar-benar asli pengalaman pertama seumur hidup, bahkan mungkin cuma sekali-kalinya. Lagipula, feelnya juga bakalan beda. Hellooo ini teman saya yang umurnya sama dengan saya. Dengan segala guyonannya dan dengan segala cerita bodohnya. Pasti esensinya juga bakalan jauh lebih dalam ketika menyaksikannya. Sayang sekali, saya tidak terlalu mengikuti lika-liku dan seluk beluk perjalanan spiritualnya. Namun saya melihat, sejak SMA pun sudah ada ketertarikan secara kasat mata teman saya ini dengan Islam. Yah, hanya Allah yang Tahu. Lillahi ta'ala. .

Kembali ke track awal.
Saya tidak ingin berbicara banyak sebenarnya.
Mengutip dari pernyataanmu sendiri,
semangat!!
1 pintu terbuka
1 langkah baru dimulai
1 jalan mulai ditapaki


Kami hanya mampu berdoa dan mengamini segala niat baikmu itu, Sahabat.
Janganlah ada keraguan sedikit pun.
Kami dengan tangan terbuka akan membantumu dengan segenap kemampuan yang kami punya.
Insya Allah.
Amiinnn.
Terima kasih Ya Allah atas hidayah yang Kau berikan. . . :)
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Take That -- Patience

Just have a little patience
I'm still hurting from a love I lost
I'm feeling your frustration
Any minute all the pain will stop.

Just hold me close inside your arms tonight
Don't be too hard on my emotions.

[Chorus:]
'Cause I
Need time
My heart is numb, has no feeling
So while I'm still healing
Just try and have a little patience.

I really wanna start over again
I know you wanna be my salvation
The one that I can always depend.

I'll try to be strong
Believe me I'm trying to move on
It's complicated but understand me.

[Chorus]

'Cause the scars run so deep
It's been hard but I have to believe
Just have a little patience [x2]

[Chorus]

Have a little patience
My heart is numb, has no feeling
So while I’m still healing
Just try and have a little patience


Patience by Take That
bukan lagu baru memang, tapii sepertinya lagi nyambung ama saya, hahhaa. .

October 1, 2009
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MALAM JTMI EMAS

Sabtu, 26 September 2009

Selamat ulang tahun emas kampus kami tercinta, Jurusan Teknik Mesin dan Industri. Semoga dengan semakin bertambahnya usia, semakin banyak prestasi yang mampu Kau ukir, mampu mencetak generasi pemuda penerus bangsa yang mampu berjalan tegak di tengah kerasnya hembusan angin.

***

Siang itu, di tengah perjalanan pulang dari Bandung menuju Jogja beberapa sms masuk ke inbox saya yang intinya 'bos saya', Nabil, menyuruh saya menjadi perwakilan HAL-HMTI untuk menghadiri acara ulang tahun kampus kami yang ke-50. Hhh, seperti biasa, kalau ada acara yang butuh perwakilan2 kayak gini, pasti anak Jogja deh yang disuruh dateng. Padahal faktanya departemen saya itu isinya kebanyakan anak2 Jakarta dan sekitarnya yang pada waktu2 semacam libur lebaran seperti ini tidak memungkinkan untuk hadir di acara-acara model kayak gini. Dan ini terjadi berulang kali. Sebenarnya saya jadi kasian dengan partner2 saya di HAL. Banyak sekali acara menarik yang mereka lewatkan hanya karena hari H acara bertepatan dengan masa liburan yang artinya, mereka lagi nggak ada di Jogja buat sekedar setor muka.

Jujur, saat itu saya super duper males buat menghadiri acara malam puncak perayaan JTMI emas itu. Terkurung selama berjam-jam di dalam mobil, sesekali melihat kemacetan arus balik kendaraan ber-plat B ataupun D yang menuju ke arah barat, membuat sms undangan itu sama sekali bukanlah prioritas saya. Saya cuma pengen istirahat, tidur di kasur yang empuk, menyelonjorkan kaki yang pegel karena terus menerus ditekuk, dan bermalas-malasan menikmati sisa liburan saya yang tinggal seminggu lagi. Dan saya pun cuma membalas, " maaf nggak bisa dateng. Saya masih mudik."

Namun sepertinya, teman saya sang wakadept sangat concern dengan siapa yang akan mewakili HAL nanti di acara itu. Secara yang bisa diandalkan saat itu hanya saya, Dadid, dan Duta yang emang posisinya sebagai orang Jogja yang cukup mobile buat menghadiri acara tipe ginian. Salah satu sms bahkan menyebutkan yg intinya kalau moodnya 'our super big boss' lagi bagus, siapa tau ajang ini bisa buat lobi nge-gol-in acara Kunjungan Industri 2010 nanti. Hnggg...

Singkat cerita, karena waktu dan kesempatannya cukup memungkinkan, sorenya saya sms yang intinya saya bisa untuk datang ke malam JTMI emas tapi saya capek jadi nggak bisa buat urusan lobi-melobi. Untungnya wakadept pun membalas dengan kalimat yang cukup melegakan. Dan pada pukul 7 malam, saya pun langsung cabuuuttt.




Sesampainya di venue taman segi delapan, saya cukup terkesima dengan dekorasi acara ini. Gilaak, jauh lebih bagus dari yang saya bayangin. Udah kayak acara nikahan aja, dengan banyak mobil bagus terparkir, bahkan ada motor Harley Davidson juga, tenda-tenda putih khas yang ada di prasmanannya orang nikahan, para alumni dan dosen yang membawa serta keluarganya masing-masing, mahasiswa2 tamu undangan yang berbaju batik dan bersepatu, udah deh. Yang kurang tinggal tempat amplop sumbangannya aja. Hahaa. Ya nggak ada lah, ini kan acaranya FREE :). Saya baru sadar, oh iya yaaa. Ini kan acara ulang tahun emas. Pantesan dibikin 'mewah'. Saya bilang mewah karena selama setahun saya menimba ilmu di JTMI, ini adalah acara termewahnya JTMI yang pernah saya datangi :D. Semoga deskripsi saya ini tidak terlalu lebay,hehee.




Setelah mendapatkan co card dan mengisi buku tamu di front desk, saya langsung berkumpul dengan teman-teman TI angk. 07 dan 08 yang hampir semuanya adalah orang Jogja. Yang dari luar kota pun paling-paling cuma dari Cilacap atau Madiun. Maklum, kampus kami baru masuk tanggal 5 Oktober nanti, jadi wajar kalau anak luar kotanya belum pada balik. Kami bersalaman dan bermaafan dalam suasana khas hari raya Idul Fitri ini.



Awalnya, sebagai angkatan yang masih unyil dan cupu, kami agak malu-malu buat berbaur dengan para dedengkot2 senior. Apalagii ini aslinya kan acaranya Teknik Mesin, yang anak2 industri kebanyakan emang cuma bertindak sebagai tamu undangan aja, jadinya dari segi jumlah kita emang minoritas sekali, cuma segelintir orang. Buat foto-foto aja masih nunggu tempatnya sepi. Dan saat perut kruyuk2 minta diisi, kami cuma mampu 'menguasai' spot angkringan, hahaaa, belum berani maju ke main course-nya. Tapii, untungnya kayak gitu cuma berlangsung singkat. Beberapa menit kemudian, langsung tancaaaappp. Piring dan gelas langsung nangkring ada di tangan.
Apalagi bos Dana ma Tison, hagz. Udah nambah berapa piring tuh. Kasian yang panitia, mereka cuma bisa melongo, bilangnya ntar aja makannya kalo udah pada slese. Jiaaaahh, keburu ludes, Mas!

Abis makan terjadilah sedikit tragedi. Hrr. Gara-gara kebodohan saya, hape saya jadi nggak mulus lagi. Huhuuu. Saya menjatuhkannya dengan sukses di konblok yang jahat sehingga membuatnya agak bonyok. Bukan kali pertama jatuh sih, tapi ini jatuh yang paling sadis sejak pertama kalinya saya beli. Ouch! Untung nggak kena layarnya, aset paling berharga siih. Lagian kenapa pas mendekati lebaran kemaren wadah hape saya bisa jatoh ke kolam ikan coba. Siapa suruh buat jatohin. Terus belom bisa beli yang baru. Hrrrr. Sebel. Yaudah sih, udah nasibnya. Mau gimana lagi. :'(.

By the way, malam itu saya cukup beruntung dibolehin pulang agak maleman, sekitar setengah sebelas malam. Padahal saya sudah disuruh pulang jam 9an, soalnya baru aja pulang dari perjalanan jauh. Heheee, tapi dasar masih pengen nggosip ma temen2 ya kayak gini, dengan alasan mau nonton tetangga saya mau manggung di acara JTMI emas ini, saya bisa mengulur-ulur waktu.
Beliau dulu lulusan Teknik Mesin jugaa dan untungnya saya nggak rugi udah nunggu lama. Hahhaaa, The Black Mask keren abis. Grup band beraliran rock ala Queen ini sukses bikin applause yang kenceng dan penonton jadi berdiri. Bangga juga punya tetangga depan rumah kayak gitu. Hihihihiiii. .



Hmm, kayaknya segini aja deh postingannya, udah kepanjangan juga.
Akhir kata,
sukses selalu untuk JTMI!!!
Semoga saya bisa cepet lulus dan dapet IPK bagus. Amiinn.
***
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS